Jumat, 08 Juni 2012

Hujan Bulan Juni


Sapardi Djoko Damono
tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
»»  Baca Selengkapnya...

Sabtu, 02 Juni 2012

Mencari Sebuah Masjid



Taufik Ismail


Aku diberitahu tentang sebuah masjid
yang tiang-tiangnya dari pepohon di hutan
fondasinya batu karang dan pualam pilihan
atapnya menjulang tempat bersangkutnya awan
dan kubahnya tembus pandang, berkilauan digosok topan kutub utara dan selatan.
Aku rindu dan mengembara mencarinya.

Aku diberitahu tentang sepenuh dindingnya yang transparan
dihiasi dengan ukiran kaligrafi Qur'an dengan warna platina dan keemasan
bentuk daun-daunan sangat teratur serta sarang lebah demikian geometriknya
ranting dan tunas berjalin bergaris-garis gambar putaran angin.
Aku rindu dan mengembara mencarinya.

Aku diberitahu tentang sebuah masjid
yang menara-menaranya menyentuh lapisan ozon dan menyeru azan tak habis-habisnya
membuat lingkaran mengikat pinggang dunia kemudian nadanya yang lepas-lepas
disulam malaikat jadi renda benang emas yang memperindah ratusan juta sajadah
di setiap rumah tempatnya singgah.
Aku rindu dan mengembara mencarinya.

Aku diberitahu tentang sebuah masjid
yang letaknya dimana bila waktu azan lohor engkau masuk kedalamnya
engkau berjalan sampai waktu ashar, tak kan capai saf pertama
sehingga bila engkau tak mau kehilangan waktu bershalatlah dimana saja
di lantai masjid ini yang besar luar biasa.
Aku rindu dan mengembara mencarinya.

Aku diberitahu tentang ruangan di sisi mihrabnya
yaitu sebuah perpustakaan tak terkata besarnya
dan orang-orang dengan tenang membaca di dalamnya
di bawah gantungan lampu-lampu kristal terbuat dari berlian yang menyimpan cahaya matahari
kau lihat bermilyar huruf dan kata masuk beraturan ke susunan syaraf pusat manusia
dan jadi ilmu berguna
di sebuah pustaka yang bukunya berjuta-juta terletak disebelah menyebelah masjid kita.
Aku rindu dan mengembara mencarinya.

Aku diberitahu tentang sebuah masjid
yang beranda dan ruang dalamnya tempat orang-orang bersila bersama
dan bermusyawarah tentang dunia dengan hati terbuka
dan pendapat bisa berlainan namun tanpa pertikaian
dan kalaupun ada pertikaian bisalah diuraikan dalam simpul persaudaraan sejati
dalam hangat sajadah yang itu juga terbentang di sebuah masjid yang sama.
Tumpas aku dalam rindu. Mengembara mencarinya.
Dimanakah dia gerangan letaknya?

Pada suatu hari aku mengikuti matahari
ketika dipuncak tergelincir sempat lewat seperempat kwadran turun ke barat
dan terdengar merdunya azan di pegunungan
dan akupun melayangkan pandangan mencari masjid itu kekiri dan kekanan
ketika seorang tak kukenal membawa sebuah gulungan, dia berkata

Inilah dia masjid yang dalam pencarian tuan,
dia menunjuk tanah ladang itu
dan di atas lahan pertanian dia bentangkan secarik tikar pandan
kemudian dituntunnya aku ke sebuah pancuran
airnya bening dan dingin mengalir teraturan
tanpa kata dia berwudhu duluan

Akupun dibawah air itu menampungkan tangan
ketika kuusap mukaku kali ketiga secara perlahan hangat air yang terasa, bukan dingin.
Kiranya demikianlah air pancuran bercampur dengan air mataku yang bercucuran.



[dari Festival Istiqlal Oktober/November 1991]
»»  Baca Selengkapnya...

Kamis, 01 Maret 2012

Semalam



teluk indah terhampar di depan, 
sampah menggunung, terapung-apung berarah bingung
hingar bingar warung malam
bersanding tenda-tenda suram
seakan uzur ditelan zaman

laut mulai pasang, bulan terang belum mengawang
angin dingin menusuk tulang
: abaikan lusinan mata memandang
kuyup air mata tergopoh pulang

#Pantai Mardika, menjelang tengah malam
»»  Baca Selengkapnya...

Jumat, 17 Februari 2012

Kmana muara luahan jiwa
dihamparan cemas dua belas,
berpilin ragu,menyeruak rindu,
keping-berkeping belulang kelu,
bertaruh hasrat marwah gagu...

Ini bukan soal siapa menunggu,
dan semoga tak ditikam waktu,
tak menjelma batu..


»»  Baca Selengkapnya...

Di Beranda Ini Angin Tak Kedengaran Lagi

Di beranda ini angin tak kedengaran lagi
langit terlepas. Ruang menunggu malam hari
Kau berkata : pergilah sebelum malam tiba
kudengar angin mendesak ke arah kita

Piano bernyanyi baris dari Rubayat
Di luar detik dan kereta telah berangkat
Sebelum bait pertama. Sebelum selesai kata.
Sebelum hari tahu kemana lagi akan tiba


Aku pun tahu: sepi kita semula
bersiap kecewa, bersedih tanpa kata-kata
Pohon-pohon pun berbagi dingin di luar jendela
mengekalkan esok yang mungkin tak ada


#Goenawan Mohamad, Asmaradana
»»  Baca Selengkapnya...

Kamis, 16 Februari 2012

Cara Ampuh Reset Printer Canon IP 2770

Sedang ngeprint berkas yang penting dan dikejar-kejar waktu, pada saat yang bersamaan printer ngadat ga bisa jalan, maka itu pertanda anda sedang diuji kesabarannya. Rasanya ingin membanting printer canon IP 2770 ini pada saat itu, atau mungkin sempat terpikir untuk segera membuangnya di tong sampah, tapi untungnya segera ingat ini barang pinjaman..hihi

Setelah bertanya ke mbah google, muncul beberapa situs dan blog yang membahas masalah yang sama, akan tetapi beberapa tips dan trik yang dicoba dari beberapa blog ga menunjukkan titik terang  sama sekali. Printer tetap ga mau jalan, masih berkedip lampu indikator layaknya printer yang , dan muncul peringatan di layar komputer " unknown Cartridge". Dicoba Reset dengan cara konvensional (menekan sambil ditahan tombol powernya pun ga membuahkan hasil). mencoba menggunakan aplikasi resetter yang tersedia gratis dari blog luar pun tak kunjung menampakkan hasil, sampai akhirnya mampir sebentar ke blognya saptomotok.wordpress.com, disini dia menguraikan langkah-langkah unik dan tak biasa. Dan terbukti manjur untuk mengatasi printer saya yang sedang merajuk.

Langkah resetter menurut blogger yang satu ini adalah (masih dengan penuturan yang sama dari blog aslinya ):
1.       hidupkan printer. yup printer akan terlihat baik-baik saja. it’s ok.
2.       jalankan printer buat mencetak apa sajalah. dan mak bedundug 5200 nongol.
3.       langsung cabut kabel listriknya tanpa pencet tombol on-off
4.       buka dan geser ketengah cartridge secara manual (tekan kait penguncinya warna putih dibelakang head)
5.       cabut semua cartridge dan biarkan tutupnya tetap terbuka
6.       hidupkan printer, head akan bergerak menabrak kiri kanan karena tutupnya masih terbuka lalu akan berhenti di tengah.
7.       pasang kembali cartridge, dan tutup yang benar
8.       dan selamat, printer anda sudah kembali normal.

Akhirnya printer pinjaman yang sedang merajuk ini kembali bisa berfungsi, antrian berkas yang akan dicetak pun bisa segera diselesaikan.

»»  Baca Selengkapnya...

Senin, 13 Februari 2012

Ilusi

Banyak yang mati, tercekat ilusi
terhempas tumpas debu polusi
terhenyak sepi pada sepenggal puisi
tertimbun keping puing hati...

ah..barangkali disini, nurani mulai mati
atau hati berganti imitasi...

(maka tak perlu lagi kiranya kau uraikan kesalahan masa lalu itu satu persatu,
tak perlu juga kau dengung-dengungkan dongeng cerita itu agar terkesan seru dan mengharu biru,
karena waktuku pun belum juga tumpas, walau lidah kelu..
dan sesuatu yang pasti sering berkisar dalam ketidakpastian itu sendiri
...bisa jadi benarlah kiranya ujar-ujar seorang kawan, "(ternyata semua) hanya kemilau ujung jarum, jangankan terang, remang pun tidak".. )
»»  Baca Selengkapnya...