Senin, 13 Agustus 2012

Inginnya Aku


aku ingin, suatu hari nanti
kau sambut aku di depan pintu rumah itu
rumah mungil
yang diperoleh dengan mencicil
walaupun mungkin baru akan lunas selang 15 tahun lagi

aku ingin
suatu hari nanti
engkau dan anak-anak kita menyambutku sumringah di depan pintu rumah sederhana itu
walau kecil
masih sanggup melindungi kita dan anak-anak dari hujan serta kepanasan di luar sana

aku ingin
suatu hari nanti
sepulang berkarya
engkau hadirkan senyum itu
senyum penyejuk jiwa yang lelah
senyum pengusir resah dan gundah
senyum pengobar semangatku berjuang lalui hari-hari

aku ingin
tak mengapa jika harus menjadi keinginanku yang terakhir sebelum meninggalkan dunia fana
ketika keluarga kita telah memekar
bak bunga yang merah merona di usia matangnya
engkau dan anak-anak kita melepas kepergianku dengan senyum tulus mengembang
dengan ikhlas tanpa raungan
walau berurai air mata
karena kesanalah sejatinya tempat kita akan bermuara.

Posting Komentar