Minggu, 01 November 2009

puisi lugu si dungu





ini puisi lagu sendu
rintihan violin yang tak merdu
khas watak keras anak melayu
bertaruh marwah dengan rindu

malam berlalu dengan pilu
selalu begitu dari dulu-dulu
ramai sudah nasihat lalu
bukan tak mau tetapi malu

ini puisi si anak dungu
hasrat tertahan hati yang biru
penyambung lidah hati yang gagu
yang tak sanggup lagi untuk berseru

untukmu yang tersipu-sipu
yang setia menunggu dibalik pintu
masihkah kau ada disitu
kuhantar untukmu sejuta kupu-kupu

ikut sini, jangan kau ragu
simpan dulu itu buku-buku
apa lagi yang kau tunggu
siapa lagi kalau bukan aku

ijinlah dulu pada ibumu
jangan lupa pula kau berwudhu
kita tinggalkan masa yang lalu
mari mulai hidup baru

ah... itu dia rupanya pak penghulu!

bang jenggot,
batavia darusysyaitan, 14 September 2009

disalin dari blog nya bang jenggot : http://kalicode.blogspot.com

Posting Komentar