Tampilkan postingan dengan label sajak teman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sajak teman. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Februari 2012

Di Beranda Ini Angin Tak Kedengaran Lagi

Di beranda ini angin tak kedengaran lagi
langit terlepas. Ruang menunggu malam hari
Kau berkata : pergilah sebelum malam tiba
kudengar angin mendesak ke arah kita

Piano bernyanyi baris dari Rubayat
Di luar detik dan kereta telah berangkat
Sebelum bait pertama. Sebelum selesai kata.
Sebelum hari tahu kemana lagi akan tiba


Aku pun tahu: sepi kita semula
bersiap kecewa, bersedih tanpa kata-kata
Pohon-pohon pun berbagi dingin di luar jendela
mengekalkan esok yang mungkin tak ada


#Goenawan Mohamad, Asmaradana
»»  Baca Selengkapnya...

Minggu, 01 November 2009

puisi lugu si dungu





ini puisi lagu sendu
rintihan violin yang tak merdu
khas watak keras anak melayu
bertaruh marwah dengan rindu

malam berlalu dengan pilu
selalu begitu dari dulu-dulu
ramai sudah nasihat lalu
bukan tak mau tetapi malu

ini puisi si anak dungu
hasrat tertahan hati yang biru
penyambung lidah hati yang gagu
yang tak sanggup lagi untuk berseru

untukmu yang tersipu-sipu
yang setia menunggu dibalik pintu
masihkah kau ada disitu
kuhantar untukmu sejuta kupu-kupu

ikut sini, jangan kau ragu
simpan dulu itu buku-buku
apa lagi yang kau tunggu
siapa lagi kalau bukan aku

ijinlah dulu pada ibumu
jangan lupa pula kau berwudhu
kita tinggalkan masa yang lalu
mari mulai hidup baru

ah... itu dia rupanya pak penghulu!

bang jenggot,
batavia darusysyaitan, 14 September 2009

disalin dari blog nya bang jenggot : http://kalicode.blogspot.com
»»  Baca Selengkapnya...